contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Selasa, 22 Juni 2010

Wah sekarang umur ku 21 tahun pada saat 10 juni kemaren, gak berasa juga yah ternyata umur ku udah manyan banyak. Jadi kangen dengan kejadian kejadian konyol 13 tahun yang lalu, saat aku masih sangat belia dan selalu dalam kesenangan yang berbeda disetiap hari hari yang kujalani. Kadang pada waktu itu, juga tak jarang aku memimpikan sosok masa depanku yang akan bergelimangan harta, hidup bahagia, yah pokoknya sosok yang sangat perfect lah, dalam angan-angan anak kecil. Tapi, kini akulah sosok masa depan itu, seseorang yang datang 13 tahun kemudian dari sosok seorang bocah berumur 8 tahun, dan sangat jauh dari angan-angan yang sempat di impikan oleh seorang bocah yang selalu menghiasi senyum lebar diwajahnya dan menjadikannya bunga tidur disetiap malamnya. Kini kutau alasan guru dalam setiap jenjang pendidikan selalu mengingatkan “Raihlah angan dan cita-citamu”, hum, selalu membuatku tersenyum apabila mengingatnya, bahkan orang tuaku selalu mengingatkan hal itu pula pada diriku, agar kita tau tujuan hidup kita dan agar dapat menyelamatkan kita pada saat kita sedang terjatuh, hum, sangat sangat filosofis sekali.
Segala sesuatu pasti mengalami sebuah proses kearah pembentukan hal atau mungkin evolusi atau revolusi kali ya?? Yah pokoknya itulah, kalau pada hewan atau tumbuhan mungkin akan berubah wujud atau bentuk mengikuti keadaan daerah tempat tinggalnya. Dan sangat kuyakini bahwa itu juga terjadi pada diri setiap manusia, bahwa, pergaulan, lingkungan, keluarga dan cara berpikir sangat berpengaruh pada tingkah serta sikap seseorang menilai sesuatu, ya pada dasarnya manusia adalah makhluk penilai. Dan tidak kusesali bahwa keadaan ku akan berbeda jauh dari 13 tahun yang lalu, yang pada saat itu aku dan teman-teman masa kecil ku sedang berkumpul dan sedang memperbincangkan, ingin menjadi apa kita kelak, yah tak dapat ku pungkiri, mengingat kejadian itu manis banget. Pada waktu itu mungkin dalam benakku memiliki banyak uang dan memiliki segala sesuatu keduniaan, akan membuat diriku menjadi orang yang paling berbahagia sedunia. Kini kutersadar dari mimpi mimpi ku, bahwa yah memang, uang itu akan menjadikanmu raja, dan kita tetap membutukan uang apabila hidup disuatu system yang bernamakan Negara, tapi bagiku, memiliki harta yang berlimpah, uang berlimpah serta kejayaan dan kekuasaan kini bukan menjadi sebuah prioritas utama dalam benakku seperti 13 tahun yang lalu. Pada saat ini yang ku inginkan hanya lah terbebas, bebas yang sebebas bebasnya, bebas dari segala sesuatu yang berbau dengan kekuasaan, uang, serta segala seuatu hal yang selalu dapat membuatku kesal dan menyesal, kenapa hidup harus seperti ini.




PS: Terima kasih untuk temen-temen yang udah bikin pesta kejutan untuk aku, pada 10 juni, terutama untuk pacar aku sebagai otak dari semua ini, rifka trus temen temen yang lain seperti dwi, jali, ule, ade, boge, ical, dandi, yuda, oulana, oyien, ceci, yang sempat mebuat kamar ku yang sudah berantakan menjadi lebih berantakan lagi. Makasih untuk semua. 

0
Sabtu, 05 Juni 2010

Kejujuran dan kebebasan, gak ada yang lebih baik dari itu. Walaupun, kejujuran dan kebebasan membuat diriku menjadi orang yang brengsek di mata orang lain. Yah, penilaian orang berbeda-beda. Sama seperti aku menilai pemimpin tim pekerjaan ku. Setiap saat bila aku bertemu dia sebulan terakhir ini, hanya omelan dan gerutuan yang ku keluarkan dari mulutku. Bagaimanapun juga aku makhluk yang mempunyai rasa untuk membenci terhadap suatu hal yang gak ku anggap relevan, dan hal tersebut terjadi berulang kali.
Cape banget lah, menghadapi pemimpin yang seolah tau segalanya, tapi kenyataannya NOL besar, alias gak tau apa apa. Kuakui emang, dia lebih jago untuk hal hal yang berbau mitos, seperti keajaiban agama, atau hal hal yang berbau religi dan hal mistis lainya, tapi dilain pihak semakin membuat ku yakin akan kebodohan-nya yang sesungguhnya. Tidak salah emang, mempunyai kelebihan untuk disatu bidang dan kurang untuk dibidang lainnya, asalkan kekurangan yang dimilikinya tidak terlalu kurang alias nol besar alias bodoh bin idiot. Untuk hal yang lebih real atau nyata, seperti mengambil keputusan dan rasa hormat atau hanya sedikit rasa hormat tidak akan menjadikan kita sebagai orang yang bodoh.
Ini adalah teriakan atas ketidak sukaan ku pada dirimu yang hanya bisa menuntut kami sebagai bawahanmu, tapi pada kenyataannya kami lebih baik dari dirimu yang hanya bisa mengandalkan jabatan dan orang disekelilingmu yang menganggap dirimu hebat dan sebagai seorang pemimpin yang dapat mengontrol bawahannya. Aku tidak suka pada dirimu yang hanya bisa mengeluh diatas senyum bodoh yang selalu kami berikan padamu apabila kekecewaan yang seharusnya emang pantas untuk kamu rasakan pada diri kami yang sebenarnya sengaja kami lakukan guna membalas sedikit rasa dendam yang telah menjadi satu bersama darah kami, dan kami tidak akan pernah menyesali jikalau kami menjadi orang yang pendendam untuk selanjutnya, karna kami sebenar-benarnya tidak menginginkan seonggok pemimpin, lebih lebih pemimpin seperti dirimu yang hanya bisa menuntut diatas ketidak kuasaan kami karna tiada daya menyelesaikan segala sesuatu hal yang tidak terjangkau oleh kemampuan kami. Dan kami rasa, kami tidak perlu meminta maaf pada dirimu, atas segala hal yang telah kami lakukan pada dirimu untuk detik detik akhir yang membuat dirimu merasa teracuhkan oleh bawahanmu ini. Hari esok belum berakhir, dan kami harap, kami tidak perlu melihat sosok dirimu lagi.
Sedikit membalaskan dendam memang lebih adil dibandingkan hanya diam tanpa melakukan apa apa.

0
Senin, 10 Mei 2010

Dtemanin musik pop yg bernuansa jazz dan lantunan suara merdu dari seorang gadis Malaysia yg jago memainkan string gitar, mencoba mencari sedikit kesejukan.
Begitu banyak teriakan yg udh terlanjur keluar dari mulut, dstiap detik, ddlm stiap lamunan, tdk pernah luput dari seruan dan teriakan dalam diri yg renta karna guncangan yg semakin sering mendera. Tirani telah menjadi nurani. Nurani yg memberangus dsetiap jengkal kehidupan, yg membuat ku hanya memaki dalam diam. Begitu bnyk perubahan yg sudah terlalu telat untuk dperbaiki. Dan untuk setiap sisi kehidupan yg penuh sumpah serapah, kini ku mencoba bangkit dan berdiri, berharap badai segera berlalu dan kudapati sebuah impian yg menjadi nyata.
Hidup kali ini memang tidak sesimple seperti halnya hanya makan dan minum dan bernafas. Hidup kali ini lebih pelik, terlalu bnyk syarat dan harapan kosong yg harus dmiliki, atau segenggam kekuasaan yg dpt membuat orang lain mati pada saat masih bernyawa.

Sabtu, 08 Mei 2010

Hum, lagi lagi ada permasalahan yg sangat krusial. Merasa udh menjadi diri yg paling miskin 1 dunia. Menyedihkan sekali. Berkali kali terinjak dalam suatu sistem keduniaan yg kian membabi buta. Dan mungkin memang benar, kalau kemiskinan itu merevolusi dirinya sendiri menjadi lebih tinggi untuk bisa dkatakan miskin.
Hum, hidup ddunia yg penuh dgn kemunafikan mungkin sama buruknya bila kita dhujam oleh panasnya batuan api jahanam. Dua duanya begitu sangat menyakitkan, membuatmu harus bangkit karna kesadaran yg kamu miliki dan akhirnya kamu harus dhujam dgn batuan yg sama atau mungkin lebih keras dan kuat dari sebelumnya.
Kalau orang menyebut ini sebagai ujian atau cobaan hidup, atau hal yg memang harus terjadi. Aku menyebut ini sebagai penyiksaan atau mungkin sebuah kerugian. Bagaimana mungkin, orang yg di cap miskin oleh sebuah struktur atau sebuah sistem yg sengaja dbentuk dapat menghancurkan seseorang, karna memang orang tersebut sudah terlanjur larut oleh cap yg udh dsandangnya. Tidakkah mereka bs dbantu bukan hanya dengan janji janji palsu, atau kebohongan yg sangat abadi ddunia ini. Bahkan kini ku merasa para ustadz dan para pengkhotbah adalah kumpulan para munafik. Ya, mereka adalah para pembohong yg menceritkan betapa manisnya kehidupan abadi yg akan dperoleh orang orang yg sabar. Ya, sekali lagi mereka menenangkan jiwa si miskin untuk mencoba bertahan dstiap detiknya hanya dengan berdoa dan melakukan hal keduniaan lainnya untuk menyelamatkan hidupnya di dunia dari bencana kelaparan yg selalu siap berada dbarisan depan untuk memangsa nyawanya. Hufh, kalau udh begini, kemana para penguasa negeri yg memimpin segenap jiwa raga rakyat, atau para pengkotbah yg hanya bisa menenangkan jiwa untuk sesaat, berharap mereka segera lupa terhadap masalah yg ada, dan menjalani rutinitas seperti biasa, berharap hari esok lebih baik dari hari kemarin.
Hah, sekali lagi, aku dhantam oleh perasaan yg semakin membuatku yakin, bahwa hal yg paling abadi didunia ini adalah kebohongan. Dan kebenaran adalah kebohongan itu sendiri.

0
Sabtu, 01 Mei 2010


Kamera lomo pesanan ku datang, hahahaha, yah lumayan lah untuk sedikit menyunggingkan senyum di wajah yang sejak dari pagi hanya rasa kantuk yang mendera dan rasa benci yang mulai muncul karena udah merasakan diperlakukan seperti robot di pekerjaan yang baru saja genap seminggu ini ku jalani sebagai salah satu petugas sensus. Hufh, yah bekerja itu emang selamanya bakal membuat orang merasa jengkel dan muak, apalagi diperlakukan seperti budak, seperti pada jaman jahiliyah dan hasil yang diterima tidak sepadan dengan yang kita kerjakan, bisa dibilang romusa abad 21. Padahal gak berbeda jauh perlakuannya pada zaman penjajahan Jepang di Indonesia pada beberapa puluh tahun yang lalu. Hanya penghalusan kata yang berubah, gak penting banget emang. Lebih baik dengan kata yang paling buruk tapi yang dirasakan tidak seburuk dengan sebutan atau kata yang di sandangnya.
Tidak ada yang begitu buruk di dunia ini sehingga tidak ada satupun hal yang dapat membuatmu tersenyum. Yah, hal inilah yang coba kusadari dan mencoba menyelamatkan ku dari kegilaan yang amat sangat akan kejahatan dunia kerja. Mungkin sebagian orang bakal menyebutku sebagai orang yang hanya bisa mengeluh dan akan menganjurkan ku, mengapa tidak pasrah aja untuk hal yang gak mungkin bisa dirubah (dunia kerja). Atau kalau aku tidak menyukai hal tersebut kenapa harus kujalankan, apa itu tidak menjadi kesan akan kemunafikan ku?.
Ya, bisa dikatan seperti itu, emang aku orang yang munafik. Tapi paling tidak aku tidak belajar menjadi orang yang munafik tapi pengecut. Ya, hanya orang yang pengecut dan munafik yang udah tau hal dijalanin adalah sesuatu yang dapat membunuh segenap jiwa raga, tapi tetap di jalanin dengan rasa setengah hati, tanpa mengeluh, meronta dan mencoba untuk merubah. Berteriak tidak suka dan tidak melakukan sesuatu itu mungkin lebih baik, ketimbang hanya pasrah dan siap dibunuh kapan pun. Paling enggak dengan berteriak, musuh akan tau, masih ada yang tidak suka padanya. Dan untuk hari esok yang masih harus kujalanin, semoga engkau beruntung nak. Bukan sebagai makhluk yang sombong yang mengatasnamakan dirinya manusia.

Rabu, 28 April 2010

Abis nntn siaran dsalah satu channel dtv swasta nasional yg sedang membicarakan tentang peraturan terbaru apbila ingin menjadi salah satu pemimpin daerah maupun pusat dnegeri ini. Bagi para pemabuk, pemakai (psikotropika), dan pernah berzina tdk boleh menjadi pemimpin (bupati,walikota,gubernur,dsb.). Ckp menarik pembicaraan di acra ini, seperti debat gitu, antara Nurul Arifin dan salah satu mentri,ya pro n kontra gt lah. Ya, tau sendiri lah, bgaimana para politisi jika sdg mempertahankan argumen, susah ngebedain mana yg bener mana yg bo'ong, 22nya berbicara berdasarkan fakta n atas nama rakyat, pdhl rakyat yg mana gtw jg. Klu aq dianggap rakyat sama mereka, sumpah aku gk pernah peduli dgn yg mereka perdebatkan. Karna memang aku udh gk butuh pemimpin,apalagi pemimpin seperti mereka.
Hmmmm, lagi lagi mereka ngmg soal etika n moral, ya apalagi klu bkn itu, mabuk, pemakai,n berzina itu mmg nyangkut soal etika n moral. Dan saya kira hanya sedikit org yg menyisakan tentang moral n etika didalam dirinya, seiring dgn perkembangan zaman yg tak terkendali.
Rahasia umum memang jika peraturan yg belum sah ini tercetus setelah salah satu artis hot indonesia ingin mencalonkan diri menjadi salah satu bupati daerah. Yg jd masalah sbnrnya, knp hak utk menjadi calon pemimpin dgagalkn hanya karna org tersebut pernah melakukan hal yg dianggap jelek oleh org indonesia yg umumnya agamais.Mereka selalu menyebut kafir, jalang, mantan napi, penjahat. Ya klu dlunya emg seperti itu terus kenapa??Toh emg stiap org gak mgkn sama dan mengalamin perubahan. Klu peraturan ini sampai jadi, mgkn 10 atau 20 taun lg indonesia tdk memiliki pemimpin lg, karna pd kenyataannya, hanya sedikit anak muda kini yg tdk berzina, mabuk dan memakai obat yg dianggap terlarang. Sedihnya lagi, kenapa stiap peraturan di sini (indonesia) pasti mensudutkan salah satu gender. Atau mgkn itu memang udh jdi turunan ya??hahaha, gatau deh.
Yah, pemimpin, pemimpin pemimpin, aneh bgt dgn kata n perwujudan ini.

2
Senin, 26 April 2010

90 persen atau154ribu lebih siswa/i tingkat smu/sma/smk/ma dan sederjat skala nasional yang akan mengulang UN pada tahun ini, meningkat beberapa persen dari tahun sebelumnya, angka yg sangat fantastis, apalagi dibarengi dengan pendapat pemerintah pusat yg mengatakan bahwa kejujuran siswa/i pada tahun ini meningkat. Alasan yg sangat menyedihkan sekali saya kira.
Sekolah, ya sekolah, sebuah momok yg harus djalanin oleh setiap anak yg telah berusia 6 tahun keatas.
Kenapa sekolah saya sebut sbgai momok??
Ya, mgkn itu adalah kata yg paling pantas dan cukup halus untuk menyatakan sebuah kebrutalan, kbobrokan suatu sistem pendidikan dewasa ini dinegeri ini. Dengan biaya yang hampir sangat susah dgapai untuk kalangan yg hidupnya pas pas-an, dan hanya sebuah impian untuk orang yg berada dbawah garis kemiskinan, kali ini sekolah berubah wujud menjadi sebuah badan yg seolah olah dpt merubah status hidup dan membalikan kearah yg jauh lebih baik (walaupun bnyk kejadian, murid bunuh diri karna malu orang tua mereka tidak sanggup membayar sekolah). Hum, sungguh ironis memang, dilain pihak saat sebagian masyarakat ini harus berjibagu untuk masalah perut pada hari ini, tp mereka harus berusaha juga mencukupi kebutuhan guna biaya sekolah anak anak mereka yang menjulang setinggi tebing dan siap menghempaskan mereka.
Yah, sekolah ku sayang, sekolah ku malang. Dsatu sisi pendidikan emg sangat berperan dlm sistem masyarakat kita, tp dsisi lain justru dpt mengancam hidup. Belum lagi untuk para setiap siswa/i dharuskan mengikutin ujian apabila sedang duduk dtingkat akhir guna melanjutkan kejenjang berikutnya yg lebih tinggi. Pdhl, fasilitas dan sistem mengajar kebanyakan dinegeri yg sangat tersohor akan korupsinya ini jauh daripada standar. Yah bisa dkatakan sebenarnya, dsini, dnegeri ini, sekolah belum pantas di adakan ujian akhir apalagi dengan standar nilai yg drasa ckp berat diraih untuk sebagian besar sekolah.
Yah,smoga saja kemelut penjara yg bernama sekolah ini akan segera berakhir, atau mungkin saja sekolah yg akan berakhir, sapa yang tau.

0
Minggu, 25 April 2010

Bangun pagi dan mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk hari ini. Ya ngejalanin rutinitas yang baru saja tercebur kedalamnya, kemarin. Saat ini aku sedang menjadi salah satu petugas sensus sampai akhir mei mendatang. Mungkin ini adalah salah satu pekerjaan menarik untuk dijalani, yah kapan lagi kita dapat mengetahui sisi sebenarnya dari sebagian masyarakat dibumi Indonesia ini yang sebagian besar masyarakatnya adalah orang yang beragama dan katanya sopan.
Ya, orang Indonesia atau mungkin budaya timur itu sopan dan baik. Tapi mungkin itu kita hanya temukan dalam gang kecil dan rumahnya sangat tidak tertata rapi yang mungkin untuk sebagian orang kaya akan berpikir beberapa kali untuk masuk kedalamnya, yah kecuali karna mereka ingin menipu atau sedang ada maunya, itu lain soal. Tapi berapa banyak sih saat ini, dikota ini yang masi h menyimpan gang seperti itu dan kultur masyarakat yang masih menjunjung yang katanya budaya timur.
Pada saat sensus kemarin baru kurasakan kesombongan beberapa masyrakat yg belum pernah ku rasakan sebelumnya, sehingga aku dapat mendefinisikan beberapa kriteria masyarakat dari status atau derajat.
1. Keluarga miskin
Ya, sangat tidak menyangka aja dengan hal yg dluar dugaan. Dengan keluarga yg notabene-nya dianggap miskin dan jarang yg ada mengecap bangku pendidikan ini ternyata lebih tau cara bersosialisasi dan sangat peka trhdp sekitar. Ini kurasakan langsung saat sedang mendata pada hari pertama kemarin yg kebetulan dkawasan didaerah pemukiman padat.Sambutan warga begitu sangat hangat dan membuat kami seperti berada dirumah sendiri.
2. Keluarga yang agak kaya/kaya tp belum kaya banget.
Hufh, sumpah,kebanyakan dsini, untuk keluarga yang jenis seperti ini yg sangat menyebalkan. Setelah keluar rumah dari keluarga yg bernotabene tersebut, kebanyakan dari kami banyak mengeluarkan sumpah serapah. Yah mereka sangat menyebalkan, walaupun terdapat sebagian kecil dari mereka juga ada yang ramah, tapi yg kudapati hanyalah orang yg sombong yg berasa dia adalah seseorang yg mgkn seperti raja.
Udah ah, males banget ngingat mereka.
3. Keluarga kaya.
Dengan rumah, yg memiliki luas halamann yg dpt dbangun kurang lebih 10 bangunan rumahku. Ingat, ini baru halaman, belum termasuk rumah. Ternyata kebanyakan dari mereka enggak sesombong yg seperti kami kira. Ya cukup hangat walaupun dengan masih tetap pada sikap yg seperti jual mahal. Tp msh dalam tahap kewajaran.

Dapat aku simpulkan disini bahwa, bahwa orang yg gk mengecap bangku pendidikan bahkan dapat berperilaku berpendidikan dibandingkan orang yg bener bener merasakan panasnya bangku sekolah. Dan kamu bisa merasakan kehangatan dan keramahan budaya timur dbalik lokasi yg dengan pemukiman padat dan hampir dari sebagian dari mereka adalah orang miskin.
Sayang sekali, seandainya saja pemimpin dari negeri ini adalah dari salah satu orang yg masih menjunjung keramahtamahan, pasti sangat menyenangkan.

0
Kamis, 22 April 2010

hehehehe...ketemu lagi, setelah beberapa minggu tidak nongol didepan layar flat, yeah karena koneksi internet gratis yang lagi hang juga dikarenakan aku lagi belajar serius untuk menempuh pendidikan kuliah ku yang hanya tersisa beberapa semester lagi. Udah berasa bosen banget sih sebenernya kuliah di jurusan yang sama sekali aku gak mengerti sama sekali. Matematika, menjadi momok terbesar selama aku menempuh pendidikan di teknik sipil, terlalu bodoh emang, udah tau gak pinter matemtika, kenapa juga harus mengambil bidang studi Teknik Sipil, aaarrrrgggghhhh parah. Dari semester awal sampai semester 6 yang sedang kutempuh ini, tidak ada satupun iilmu yang nyangkut dalam benakku, yeah kecuali ceritra ceritra waktu sempat kerja dulu, mejadi surveyor yang sanggat bodoh dan tidak di gaji. Sudah sangat terlambat memang untuk mengulang atau menempuh jalur pendidikan yang lainnya. Pengennya sih nglanjutin atau ngulang ke jurusan yang sangat memungkinkan untuk aku, seperti komputer gitu misalnya, tapiiiiiiiii.........yah........berhalangan dengan sesuatu yang sangat ku benci.... UANG.......... !!!!!!!!!!!
Saat ini aku menempuh pendidikan di Universitas yang tergolong mahal di kota ku, jadi sangat tidak mungkin aku meminta untuk pindah kuliah ke unversitas lain, yang sesuai dengan kemampuan pengetahuan yang kumiliki atau dengan kata lain, pindah kuliah dan pindah jurusan dan memulai dari awal lagi. Sudah terlalu banyak uang yang telah ku habiskan, belum lagi uang uang hasil nipu orang tua yang ngakunya untuk keperluan kuliah padahal di belanjakan untuk yang lainnya, hehehehehe, mungkin ini yang namanya karma. Jadi yang kulakukan saat ini di kelas pada saat kuliah sedang berlangsung hanya meratapi kemalangan nasib dan memperhatikan dosen ngoceh gak tau arahnya kemana. Berharap untuk menguasai salah satu mata kuliah paling tidak,,, tapi,,,,, haaaaah sesuatu yang percuma sepertinya.
Beberapa waktu lalu sempat ngebahas tentang pilihan yang kurang tepat ini bersama kawan yang juga mengalami kejadian yang sama seperti aku. Hanya bedanya, dia di jurusan yang berbicara tentang birokrasi, dan tidak terlalu susah menurut saya, dan yang membedakan lagi, dia hanya pasrah dan menjalaninya, mungkin bersungguh-sungguh tapi tetap tidak mengikuti kata hatinya, katanya sih, daripada gak dapat dua dua nya, jadi ambil aja deh yang ada sekarang. Hufh..............liat aja deh, sampai kapan aku mampu untuk ngejalanin ini. Sepertinya aku harus mempersiapkan uang ekstra untuk mengunjungi dokter praktek terdekat dan berharap sang dokter mau mengeluarkan secarik kertas dengan sejumlah resep diatasnya untuk sejumlah obat penenang yang sangat kubutuhkan akhir akhir ini. Hum...hilang ingatan untuk waktu sejenak mungkin akan sangat membantu memberi ruang kembali untuk otak ku yang mulai penat dengan segala rutinitas yang gak aku sukai, dan untuk kota yang sudah sangat aku ingin tinggalkan.

PS : Beberapa minggu terakhir ini, yang mengatai aku seperti orang gila / stress lebih banyak ketimbang beberapa bulan lalu. Mmmmmmm mudahan aku gak jadi orang stress atau gila beneran.

4
Sabtu, 06 Februari 2010

hahahaha....gak nyangka, segala sesuatu emang gak selalu seperti apa yang kita bayangkan. Terkadang melenceng sangat jauh dari yang diharapkanatau mungkin sebaliknya. Yah, palingenggak itu yangku alami sekarang. Tapi gak cukup buruk kok, awal yang baru untuk menapakan kaki, yeup, not bad lah.
Hari ini, cukup banyak juga hasil donlod, yah buat nambahin playlist ipod yang udah usang untuk telinga saya yang hanya mendengarkan lagu itu-itu aja. Untung ada internet gratis 24 jam per 7 hari dirumah dung dung....hahahahaha...aman deh kantong. Eh ngomongin dung dung...kok bisa ya.. dari nama Adi Nugroho Rahutomo Mangunkusumo Raharjo... berubah jadi dung dung???Mungkin waktu kecilnya suka beli es dung dung kali ya? Tapi...ah masa bodo deh......
Ditemani...aries yang dulu katanya mirip ariel peterpan...tapi setelah arielnya dipukulin sama warga 2 erte.. trus sama didik...yang badannya gak beda jauh tipisnya sama papan skate saya...kita bertiga sedang memadu kasih dirumahnya dung dung....lho????Enggak...maksudnya, kita dimari rame-rame net gratis gitu, makan gratis, minum gratis, pup gratis, gratis lah smuanya, mau mati juga dimari gratis, paling ntar tinggal ngebuang ke bak sampah yang mayan jauh dari sini.
Eh...cara sync game ke ipod gmn sih???ada yang tau gak?
udah berbagai cara nih dilakukan, tapi tetep aja gak bisa. Udah kelewat uzur kali ni ipod, parah, tapi mau beli lagi gantian kondisi keuangan yang udah uzur.
KKKyyyyyaaaa...yaudah mpe sini aja deh...bingung mau nulis apa...belum ada tidur...n siang ni ada rencana mau carai makan gratis di acara nikahan. Seperti kata filosof terkenal di akhir abad 19, "Jangan pernah menyia-nyiakan makanan, apalgi kalau gratis. Kejarlah makanan gratis sampai kenegeri Cina." Yah kurang lebih seperti itulah. Bukannya apa-apa, daripada makanannya mubazir n dibuang, mending kita abisin ini, lagian gak rugi juga kok dia. OK.

Selasa, 02 Februari 2010

yah...jam 3.59 am, setelah berkutat didepan komputer dari pagi, hum 12 jam lebih saya kira, dengan melakukan hal hal gak jelas. Dari ngolok-ngolok sampai membuat orang merasa jengkel dan meninggalkan tempat duduknya. ahahahahaha... hidup ini terasa indah apabila selalu dilalui dengan hal yang gila, saya kira.
Sebenernya awal kegilaan saya yang mulai doyan secara terang terangan mengolok orang yang tidak saya kenal berawal dari rasa bosan dan kesumpekan otak saya dalam menjalani rutinitas kehidupan.....hahahahaha.... ditambah dengan sedikit urusan cinta dengan seorang wanita, yah lengkap sudah untuk memulai sesuatu yang gila dalam hidupku yang baru.
Kisah kegilaan ini dimulai dari beberapa waktu yang lalu, tidur tidak memakai sandal ataupun sepatu, trus mandi gak mengenakan pakean atau benda yang dapat menutupi aurat saya, dan yang terakhir yang paling bener, mancing di waktu hampir tengah malam di pinggir sungai, tanpa nylon tanpa umpan dan tanpa hasil, hahahahaha, hanya bermodalkan joran pancing yang udah lengkap dengan kerekannya dan imajinasi saya yang selalu menemani saya dalam keadaan senang maupun duka.
Yah gak terlalu buruk saya rasa, menikmati keindahan sungai yang sedang pasang, ditemani dengan bintang kecil dilangit yang tinggi, amat banyak menghias angkasa. Tapi aku gak ingin terbang dan menari, masih banyak tugas kuliah yang harus saya kerjakan dan sangat mungkin aku tinggalkan.
Hal utama yang membuat otak saya penat terutama untuk masalah kuliah, yah, selama 6 bulan kuliah, kira kira hanya 1 bulan saya masup. Membuat saya gila di akhir semester, ketinggalan KRS, mata kuliah, dan ade tingkat lain fakultas yang ternyata menyejukan mata. Yah, nasi sudah saya makan, dan habis,terlambat untuk saya menjalani hari-hari indah selama semester ini.
Oiya.. pagi tadi saya sempat dikejutkan juga dengan berita duka, perihal kematian ayah dari seorang teman yang cukup dekat dengan saya. Yah,walaupun saya gak pernah sekalipun melihat wajahnya selama beliau hidup, tapi itu tidak mengurangi rasa duka saya, malah membuat saya tambah penasaran untuk melihat wajahnya untuk yang pertama dan terakhir kali. Hal yang pertama untuk menjalankan misi saya adalah, dengan sms temen saya yang sedang dalam perjalanan untuk membelikan saya rokok, setelah saya dibelikan rokok, saya ngompas temen saya yang lainnya untuk membelikan saya sebotol minuman yang dapat menyegarkan tenggorokan saya, karna hampir siang itu, panas sangat menyengat, ini semua saya lakukan untuk melancarkan aksi yang sangat mulia yang ingin saya jalankan. Setelah semua aman, lancar dan terkendali, akhirnya saya udah siap juga untuk menjalankan aksi saya. Saya mulai memerhatikan sekeliling saya untuk memastikan apakah saya dalam kondisi yang aman. Setelah saya perhatikan... GILA banyak cewek berbaju SMA yang manis.... yah misi pertama gagal... karna akhirnya saya mulai menseleksi cewek yang saya anggap manis untuk ditawarkan kepada teman saya yang lain.
Misi pertama gagal, saya lanjutkan ke rencana B. Tiap manusia seharusnya gak boleh menyerah untuk mencapai apa yang mereka inginkan, itu sebabnya kita harus mempersiapkan rencana cadangan. Yap, kali ini saya harus bisa melihat wajahnya pada waktu beliau ingin dikubur. Saya sudah tidak sabar dan melangkahkan kaki saya dengan sangat cepat hingga saya sampai lebih dlu daripada beberapa teman saya yang lain. Tapi..... ohh shittttt..... salah satu cewek manis ada dikuburan.......merusak konsentrasi dan bang bang....
Yah, kegagalan adalah bagian dari manusia... gagal adalah sukses yang tertunda. Jadi saya lewatkan hari itu dengan rasa menyesal karna tidak komit dengan tujuan saya, ditemani panas yang semakin terik.

0

Followers