hehehehe...ketemu lagi, setelah beberapa minggu tidak nongol didepan layar flat, yeah karena koneksi internet gratis yang lagi hang juga dikarenakan aku lagi belajar serius untuk menempuh pendidikan kuliah ku yang hanya tersisa beberapa semester lagi. Udah berasa bosen banget sih sebenernya kuliah di jurusan yang sama sekali aku gak mengerti sama sekali. Matematika, menjadi momok terbesar selama aku menempuh pendidikan di teknik sipil, terlalu bodoh emang, udah tau gak pinter matemtika, kenapa juga harus mengambil bidang studi Teknik Sipil, aaarrrrgggghhhh parah. Dari semester awal sampai semester 6 yang sedang kutempuh ini, tidak ada satupun iilmu yang nyangkut dalam benakku, yeah kecuali ceritra ceritra waktu sempat kerja dulu, mejadi surveyor yang sanggat bodoh dan tidak di gaji. Sudah sangat terlambat memang untuk mengulang atau menempuh jalur pendidikan yang lainnya. Pengennya sih nglanjutin atau ngulang ke jurusan yang sangat memungkinkan untuk aku, seperti komputer gitu misalnya, tapiiiiiiiii.........yah........berhalangan dengan sesuatu yang sangat ku benci.... UANG.......... !!!!!!!!!!!
Saat ini aku menempuh pendidikan di Universitas yang tergolong mahal di kota ku, jadi sangat tidak mungkin aku meminta untuk pindah kuliah ke unversitas lain, yang sesuai dengan kemampuan pengetahuan yang kumiliki atau dengan kata lain, pindah kuliah dan pindah jurusan dan memulai dari awal lagi. Sudah terlalu banyak uang yang telah ku habiskan, belum lagi uang uang hasil nipu orang tua yang ngakunya untuk keperluan kuliah padahal di belanjakan untuk yang lainnya, hehehehehe, mungkin ini yang namanya karma. Jadi yang kulakukan saat ini di kelas pada saat kuliah sedang berlangsung hanya meratapi kemalangan nasib dan memperhatikan dosen ngoceh gak tau arahnya kemana. Berharap untuk menguasai salah satu mata kuliah paling tidak,,, tapi,,,,, haaaaah sesuatu yang percuma sepertinya.
Beberapa waktu lalu sempat ngebahas tentang pilihan yang kurang tepat ini bersama kawan yang juga mengalami kejadian yang sama seperti aku. Hanya bedanya, dia di jurusan yang berbicara tentang birokrasi, dan tidak terlalu susah menurut saya, dan yang membedakan lagi, dia hanya pasrah dan menjalaninya, mungkin bersungguh-sungguh tapi tetap tidak mengikuti kata hatinya, katanya sih, daripada gak dapat dua dua nya, jadi ambil aja deh yang ada sekarang. Hufh..............liat aja deh, sampai kapan aku mampu untuk ngejalanin ini. Sepertinya aku harus mempersiapkan uang ekstra untuk mengunjungi dokter praktek terdekat dan berharap sang dokter mau mengeluarkan secarik kertas dengan sejumlah resep diatasnya untuk sejumlah obat penenang yang sangat kubutuhkan akhir akhir ini. Hum...hilang ingatan untuk waktu sejenak mungkin akan sangat membantu memberi ruang kembali untuk otak ku yang mulai penat dengan segala rutinitas yang gak aku sukai, dan untuk kota yang sudah sangat aku ingin tinggalkan.
PS : Beberapa minggu terakhir ini, yang mengatai aku seperti orang gila / stress lebih banyak ketimbang beberapa bulan lalu. Mmmmmmm mudahan aku gak jadi orang stress atau gila beneran.
Kamis, 22 April 2010






hahahaha...
jangan stress gitu broo...
sabarr aza napa ???
seleseiin aza yang kamu jalani sekarang...
pasti ada hikmah nya di balik semua yang kamu lakuin koq...
semanggaatttt....
Hehe,yah, hasil tidak akan pernah ada kalau kita tidak pernah mengambil keputusan.
me too..T,T
@oyien ; kamu mah emang stress mo, ckckckckck, dikatain emo kok malah bangga, :p