90 persen atau154ribu lebih siswa/i tingkat smu/sma/smk/ma dan sederjat skala nasional yang akan mengulang UN pada tahun ini, meningkat beberapa persen dari tahun sebelumnya, angka yg sangat fantastis, apalagi dibarengi dengan pendapat pemerintah pusat yg mengatakan bahwa kejujuran siswa/i pada tahun ini meningkat. Alasan yg sangat menyedihkan sekali saya kira.
Sekolah, ya sekolah, sebuah momok yg harus djalanin oleh setiap anak yg telah berusia 6 tahun keatas.
Kenapa sekolah saya sebut sbgai momok??
Ya, mgkn itu adalah kata yg paling pantas dan cukup halus untuk menyatakan sebuah kebrutalan, kbobrokan suatu sistem pendidikan dewasa ini dinegeri ini. Dengan biaya yang hampir sangat susah dgapai untuk kalangan yg hidupnya pas pas-an, dan hanya sebuah impian untuk orang yg berada dbawah garis kemiskinan, kali ini sekolah berubah wujud menjadi sebuah badan yg seolah olah dpt merubah status hidup dan membalikan kearah yg jauh lebih baik (walaupun bnyk kejadian, murid bunuh diri karna malu orang tua mereka tidak sanggup membayar sekolah). Hum, sungguh ironis memang, dilain pihak saat sebagian masyarakat ini harus berjibagu untuk masalah perut pada hari ini, tp mereka harus berusaha juga mencukupi kebutuhan guna biaya sekolah anak anak mereka yang menjulang setinggi tebing dan siap menghempaskan mereka.
Yah, sekolah ku sayang, sekolah ku malang. Dsatu sisi pendidikan emg sangat berperan dlm sistem masyarakat kita, tp dsisi lain justru dpt mengancam hidup. Belum lagi untuk para setiap siswa/i dharuskan mengikutin ujian apabila sedang duduk dtingkat akhir guna melanjutkan kejenjang berikutnya yg lebih tinggi. Pdhl, fasilitas dan sistem mengajar kebanyakan dinegeri yg sangat tersohor akan korupsinya ini jauh daripada standar. Yah bisa dkatakan sebenarnya, dsini, dnegeri ini, sekolah belum pantas di adakan ujian akhir apalagi dengan standar nilai yg drasa ckp berat diraih untuk sebagian besar sekolah.
Yah,smoga saja kemelut penjara yg bernama sekolah ini akan segera berakhir, atau mungkin saja sekolah yg akan berakhir, sapa yang tau.
Senin, 26 April 2010





