Bangun pagi dan mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk hari ini. Ya ngejalanin rutinitas yang baru saja tercebur kedalamnya, kemarin. Saat ini aku sedang menjadi salah satu petugas sensus sampai akhir mei mendatang. Mungkin ini adalah salah satu pekerjaan menarik untuk dijalani, yah kapan lagi kita dapat mengetahui sisi sebenarnya dari sebagian masyarakat dibumi Indonesia ini yang sebagian besar masyarakatnya adalah orang yang beragama dan katanya sopan.
Ya, orang Indonesia atau mungkin budaya timur itu sopan dan baik. Tapi mungkin itu kita hanya temukan dalam gang kecil dan rumahnya sangat tidak tertata rapi yang mungkin untuk sebagian orang kaya akan berpikir beberapa kali untuk masuk kedalamnya, yah kecuali karna mereka ingin menipu atau sedang ada maunya, itu lain soal. Tapi berapa banyak sih saat ini, dikota ini yang masi h menyimpan gang seperti itu dan kultur masyarakat yang masih menjunjung yang katanya budaya timur.
Pada saat sensus kemarin baru kurasakan kesombongan beberapa masyrakat yg belum pernah ku rasakan sebelumnya, sehingga aku dapat mendefinisikan beberapa kriteria masyarakat dari status atau derajat.
1. Keluarga miskin
Ya, sangat tidak menyangka aja dengan hal yg dluar dugaan. Dengan keluarga yg notabene-nya dianggap miskin dan jarang yg ada mengecap bangku pendidikan ini ternyata lebih tau cara bersosialisasi dan sangat peka trhdp sekitar. Ini kurasakan langsung saat sedang mendata pada hari pertama kemarin yg kebetulan dkawasan didaerah pemukiman padat.Sambutan warga begitu sangat hangat dan membuat kami seperti berada dirumah sendiri.
2. Keluarga yang agak kaya/kaya tp belum kaya banget.
Hufh, sumpah,kebanyakan dsini, untuk keluarga yang jenis seperti ini yg sangat menyebalkan. Setelah keluar rumah dari keluarga yg bernotabene tersebut, kebanyakan dari kami banyak mengeluarkan sumpah serapah. Yah mereka sangat menyebalkan, walaupun terdapat sebagian kecil dari mereka juga ada yang ramah, tapi yg kudapati hanyalah orang yg sombong yg berasa dia adalah seseorang yg mgkn seperti raja.
Udah ah, males banget ngingat mereka.
3. Keluarga kaya.
Dengan rumah, yg memiliki luas halamann yg dpt dbangun kurang lebih 10 bangunan rumahku. Ingat, ini baru halaman, belum termasuk rumah. Ternyata kebanyakan dari mereka enggak sesombong yg seperti kami kira. Ya cukup hangat walaupun dengan masih tetap pada sikap yg seperti jual mahal. Tp msh dalam tahap kewajaran.
Dapat aku simpulkan disini bahwa, bahwa orang yg gk mengecap bangku pendidikan bahkan dapat berperilaku berpendidikan dibandingkan orang yg bener bener merasakan panasnya bangku sekolah. Dan kamu bisa merasakan kehangatan dan keramahan budaya timur dbalik lokasi yg dengan pemukiman padat dan hampir dari sebagian dari mereka adalah orang miskin.
Sayang sekali, seandainya saja pemimpin dari negeri ini adalah dari salah satu orang yg masih menjunjung keramahtamahan, pasti sangat menyenangkan.
Minggu, 25 April 2010





