contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Rabu, 28 April 2010

Abis nntn siaran dsalah satu channel dtv swasta nasional yg sedang membicarakan tentang peraturan terbaru apbila ingin menjadi salah satu pemimpin daerah maupun pusat dnegeri ini. Bagi para pemabuk, pemakai (psikotropika), dan pernah berzina tdk boleh menjadi pemimpin (bupati,walikota,gubernur,dsb.). Ckp menarik pembicaraan di acra ini, seperti debat gitu, antara Nurul Arifin dan salah satu mentri,ya pro n kontra gt lah. Ya, tau sendiri lah, bgaimana para politisi jika sdg mempertahankan argumen, susah ngebedain mana yg bener mana yg bo'ong, 22nya berbicara berdasarkan fakta n atas nama rakyat, pdhl rakyat yg mana gtw jg. Klu aq dianggap rakyat sama mereka, sumpah aku gk pernah peduli dgn yg mereka perdebatkan. Karna memang aku udh gk butuh pemimpin,apalagi pemimpin seperti mereka.
Hmmmm, lagi lagi mereka ngmg soal etika n moral, ya apalagi klu bkn itu, mabuk, pemakai,n berzina itu mmg nyangkut soal etika n moral. Dan saya kira hanya sedikit org yg menyisakan tentang moral n etika didalam dirinya, seiring dgn perkembangan zaman yg tak terkendali.
Rahasia umum memang jika peraturan yg belum sah ini tercetus setelah salah satu artis hot indonesia ingin mencalonkan diri menjadi salah satu bupati daerah. Yg jd masalah sbnrnya, knp hak utk menjadi calon pemimpin dgagalkn hanya karna org tersebut pernah melakukan hal yg dianggap jelek oleh org indonesia yg umumnya agamais.Mereka selalu menyebut kafir, jalang, mantan napi, penjahat. Ya klu dlunya emg seperti itu terus kenapa??Toh emg stiap org gak mgkn sama dan mengalamin perubahan. Klu peraturan ini sampai jadi, mgkn 10 atau 20 taun lg indonesia tdk memiliki pemimpin lg, karna pd kenyataannya, hanya sedikit anak muda kini yg tdk berzina, mabuk dan memakai obat yg dianggap terlarang. Sedihnya lagi, kenapa stiap peraturan di sini (indonesia) pasti mensudutkan salah satu gender. Atau mgkn itu memang udh jdi turunan ya??hahaha, gatau deh.
Yah, pemimpin, pemimpin pemimpin, aneh bgt dgn kata n perwujudan ini.

2

2 komentar:

  • Princess Frog on 28 April 2010 pukul 20.19

    aku juga mikir begitu sih...
    semua tuh cuma kemunafikan para pejabat2 tinggi negara kita yang aku rasa jauh banget dari kata "etika & moral"...
    secara para pejabat kita juga banyak yang ancur koq "etika & moralnya"...
    sebelum bikin larangan atau fatwa kaya gitu sih lebih baik para pejabat tuh introspeksi dulu sama "etika & moral" mereka masing2 aza deh !!!
    tiap orang kan berhak ikut berpartisipasi untuk negara nya masing2 tanpa melihat dari basic orang itu sendiri...
    kalo dia udah berusaha untuk menjadi baik kenapa tidak ???
    tiap orang kan punya latar belakang yang berbeda2... entah itu buruk atau baik...
    jangan hanya menilai apa yang pernah dilakukan orang itu.. tapi liat apa yang akan dilakukannya untuk orang banyak ???
    jangan sok suci sama negara sendiri deh... kalo "kalian" (sbg pejabat) punya "kelakuan" yang ternyata ga jauh busuk nya sama hal yang "kalian" debatkan !!!

  • anak ayam on 28 April 2010 pukul 22.43

    Iya dok, seharusnya masyarakat yg hidup dengan kolektif (membentuk suatu kelompok) mgkn lebih baik, ketimbang membuat pemimpin pemimpin atau boneka yg gak jelas seperti itu.
    Gk akan pernah berubah walaupun 1000 kali ganti pemimpin dan kekuasaan hanya dpegang oleh beberapa orang.

  • Posting Komentar

    Followers