contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Senin, 16 November 2009

Sempurna, sebuah kata yang sarat makna dan arti. Ya, pasti setiap manusia sangat menginginkan kesempurnaan, entah itu kesempurnaan secara lahir maupun batin. Sangat sering sekali kita mendengar kalimat, “Tidak ada manusia yang sempurna”, setelah mendengar kalimat tersebut saya langsung berpikir. “Apakah benar tidak ada manusia yang sempurna dibumi ini?”. “Apakah sempurna itu?”.

Manusia adalah makhluk Tuhan yang berakal, itu yang membedakan dengan makhluk Tuhan yang lain. Hewan adalah makhluk Tuhan yang disebut binatang. Binatang adalah makhluk yang hanya memiliki keinginan untuk makan dan bersetubuh saja. Jelas beda bukan?. Akal adalah pemikiran, kecerdasan, muslihat, jalan atau cara untuk mencapai maksud. Karena akal inilah manusia memiliki posisi pertama dalam “Creature Forever”. Karena ada akal, manusia memiliki keingintahuan. Keingintahuan yang membuat dunia berkembang seperti yang kita rasakan saat ini. Sampai suatu hari seseorang berpikir, “Apakah kita sudah sempurna?”.

Sampai sini saya belum bisa menyimpulkan manusia itu sudah sempurna, karena masih banyak orang yang berkata, manusia itu tidak ada yang sempurna. Sempurna secara umum adalah utuh, tidak ada yang kurang. Apakah anda manusia yang utuh? Tidak ada yang kurang? Yang disebut dengan manusia yang utuh adalah apabila anda memiliki tangan, kaki, mulut, kaki, akal, dll. Apabila jawabannya adalah ya, berarti anda adalah manusia yang sempurna. Anda sempurna apabila dilihat secara fisik

Tapi manusia memiliki akal bukan? Apakah akal kita sudah sempurna? Sempurna disana dalam pengertian yang khusus. Sempurna yang khusus adalah sempurna yang dikaitkan dengan akal. Akal dibagi oleh beberapa macam yaitu IQ, EQ, SQ, AQ (Autism-Spectrum Quotient, ni yang terbaru). Sempurna mempunyai makna lagi yaitu sempurna dalam berpikir (IESQ). Karena IQ tidak memiliki factor yang besar dalam kehidupan sehari-hari dan memang IQ tidak menjadi factor utama kehidupan. Beralih ke EQ. EQ merupakan kecerdasan beremosi atau lebih sering disebut kecerdasan bersosialisi. EQ mempunyai pengaruh yang sangat signifikan dalam kehidupan. SQ, adalah kecerdasan spiritual. Maksudnya kecerdasan berinteraksi antara manusia dengan Tuhan. Dan 2 kecerdasan yang berpengaruh tersebut di bundle (paket) menjadi kecerdasan ESQ (Emotional and Spritual Quotient). Kecerdasan inilah yang sedang digembor-gemborkan di Indonesia.

Nah kecerdasan itulah yang sering dipertanyakan oleh wannabe perfectionist. Kenapa? Kecerdasan SQ hanya diketahui oleh orang tersebut dan Tuhannya. Sebenarnya yang membuat seseorang yang tidak sempurna EQ bukan SQ. Kenapa?. EQ merupakan kecerdasan dimana kita harus bersikap, berprilaku atau apalah itu namanya dengan sempurna tentunya. Ingat pepatah “TIDAK ADA SEORANGPUN YANG TIDAK PERNAH MEMBUAT KESALAHAN’. Kalimat itulah sebagai kunci permasalahan kenapa manusia tidak dapat mencapai kesempurnaan. Ingat arti sempurna. Sempurna adalah utuh, tidak ada yang kurang. Kesalahan manusia termasuk kekurangan kita bersikap (EQ). Jadi, itulah kunci yang membuat manusia tidak bisa sempurna dalam sudut pandang AKAL.


Sempurna dapat dibagi lagi dalam 3 kategori. Yang pertama ialah sempurna bagi Ilahi. Sempurna bagi ilahi adalah tidak punya sifat kekurangan dan tercela. Yang kedua, sempurna bagi manusia, adalah punya sifat kekurangan, karena sifat kesempurnaan manusia terletak pada sifat ketidak sempurnaannya. Yang ketiga yaitu sempurna bagi alam, adalah jika semuanya berfungsi sebagai mana mestinya, contoh : Planet, Bulan tetap beredar pada lintasannya. Jadi, semakin kita mencari kesempurnaan itu, semakin kita jauh dari kesempurnaan tersebut. Sebenarnya sempurna tidak memerlukan sudut pandang, ketidak sempurnaan yang memerlukan sudut pandang.

0

Followers