Wah sekarang umur ku 21 tahun pada saat 10 juni kemaren, gak berasa juga yah ternyata umur ku udah manyan banyak. Jadi kangen dengan kejadian kejadian konyol 13 tahun yang lalu, saat aku masih sangat belia dan selalu dalam kesenangan yang berbeda disetiap hari hari yang kujalani. Kadang pada waktu itu, juga tak jarang aku memimpikan sosok masa depanku yang akan bergelimangan harta, hidup bahagia, yah pokoknya sosok yang sangat perfect lah, dalam angan-angan anak kecil. Tapi, kini akulah sosok masa depan itu, seseorang yang datang 13 tahun kemudian dari sosok seorang bocah berumur 8 tahun, dan sangat jauh dari angan-angan yang sempat di impikan oleh seorang bocah yang selalu menghiasi senyum lebar diwajahnya dan menjadikannya bunga tidur disetiap malamnya. Kini kutau alasan guru dalam setiap jenjang pendidikan selalu mengingatkan “Raihlah angan dan cita-citamu”, hum, selalu membuatku tersenyum apabila mengingatnya, bahkan orang tuaku selalu mengingatkan hal itu pula pada diriku, agar kita tau tujuan hidup kita dan agar dapat menyelamatkan kita pada saat kita sedang terjatuh, hum, sangat sangat filosofis sekali.
Segala sesuatu pasti mengalami sebuah proses kearah pembentukan hal atau mungkin evolusi atau revolusi kali ya?? Yah pokoknya itulah, kalau pada hewan atau tumbuhan mungkin akan berubah wujud atau bentuk mengikuti keadaan daerah tempat tinggalnya. Dan sangat kuyakini bahwa itu juga terjadi pada diri setiap manusia, bahwa, pergaulan, lingkungan, keluarga dan cara berpikir sangat berpengaruh pada tingkah serta sikap seseorang menilai sesuatu, ya pada dasarnya manusia adalah makhluk penilai. Dan tidak kusesali bahwa keadaan ku akan berbeda jauh dari 13 tahun yang lalu, yang pada saat itu aku dan teman-teman masa kecil ku sedang berkumpul dan sedang memperbincangkan, ingin menjadi apa kita kelak, yah tak dapat ku pungkiri, mengingat kejadian itu manis banget. Pada waktu itu mungkin dalam benakku memiliki banyak uang dan memiliki segala sesuatu keduniaan, akan membuat diriku menjadi orang yang paling berbahagia sedunia. Kini kutersadar dari mimpi mimpi ku, bahwa yah memang, uang itu akan menjadikanmu raja, dan kita tetap membutukan uang apabila hidup disuatu system yang bernamakan Negara, tapi bagiku, memiliki harta yang berlimpah, uang berlimpah serta kejayaan dan kekuasaan kini bukan menjadi sebuah prioritas utama dalam benakku seperti 13 tahun yang lalu. Pada saat ini yang ku inginkan hanya lah terbebas, bebas yang sebebas bebasnya, bebas dari segala sesuatu yang berbau dengan kekuasaan, uang, serta segala seuatu hal yang selalu dapat membuatku kesal dan menyesal, kenapa hidup harus seperti ini.
PS: Terima kasih untuk temen-temen yang udah bikin pesta kejutan untuk aku, pada 10 juni, terutama untuk pacar aku sebagai otak dari semua ini, rifka trus temen temen yang lain seperti dwi, jali, ule, ade, boge, ical, dandi, yuda, oulana, oyien, ceci, yang sempat mebuat kamar ku yang sudah berantakan menjadi lebih berantakan lagi. Makasih untuk semua.
Kejujuran dan kebebasan, gak ada yang lebih baik dari itu. Walaupun, kejujuran dan kebebasan membuat diriku menjadi orang yang brengsek di mata orang lain. Yah, penilaian orang berbeda-beda. Sama seperti aku menilai pemimpin tim pekerjaan ku. Setiap saat bila aku bertemu dia sebulan terakhir ini, hanya omelan dan gerutuan yang ku keluarkan dari mulutku. Bagaimanapun juga aku makhluk yang mempunyai rasa untuk membenci terhadap suatu hal yang gak ku anggap relevan, dan hal tersebut terjadi berulang kali.
Cape banget lah, menghadapi pemimpin yang seolah tau segalanya, tapi kenyataannya NOL besar, alias gak tau apa apa. Kuakui emang, dia lebih jago untuk hal hal yang berbau mitos, seperti keajaiban agama, atau hal hal yang berbau religi dan hal mistis lainya, tapi dilain pihak semakin membuat ku yakin akan kebodohan-nya yang sesungguhnya. Tidak salah emang, mempunyai kelebihan untuk disatu bidang dan kurang untuk dibidang lainnya, asalkan kekurangan yang dimilikinya tidak terlalu kurang alias nol besar alias bodoh bin idiot. Untuk hal yang lebih real atau nyata, seperti mengambil keputusan dan rasa hormat atau hanya sedikit rasa hormat tidak akan menjadikan kita sebagai orang yang bodoh.
Ini adalah teriakan atas ketidak sukaan ku pada dirimu yang hanya bisa menuntut kami sebagai bawahanmu, tapi pada kenyataannya kami lebih baik dari dirimu yang hanya bisa mengandalkan jabatan dan orang disekelilingmu yang menganggap dirimu hebat dan sebagai seorang pemimpin yang dapat mengontrol bawahannya. Aku tidak suka pada dirimu yang hanya bisa mengeluh diatas senyum bodoh yang selalu kami berikan padamu apabila kekecewaan yang seharusnya emang pantas untuk kamu rasakan pada diri kami yang sebenarnya sengaja kami lakukan guna membalas sedikit rasa dendam yang telah menjadi satu bersama darah kami, dan kami tidak akan pernah menyesali jikalau kami menjadi orang yang pendendam untuk selanjutnya, karna kami sebenar-benarnya tidak menginginkan seonggok pemimpin, lebih lebih pemimpin seperti dirimu yang hanya bisa menuntut diatas ketidak kuasaan kami karna tiada daya menyelesaikan segala sesuatu hal yang tidak terjangkau oleh kemampuan kami. Dan kami rasa, kami tidak perlu meminta maaf pada dirimu, atas segala hal yang telah kami lakukan pada dirimu untuk detik detik akhir yang membuat dirimu merasa teracuhkan oleh bawahanmu ini. Hari esok belum berakhir, dan kami harap, kami tidak perlu melihat sosok dirimu lagi.
Sedikit membalaskan dendam memang lebih adil dibandingkan hanya diam tanpa melakukan apa apa.





