contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Sabtu, 05 Juni 2010

Kejujuran dan kebebasan, gak ada yang lebih baik dari itu. Walaupun, kejujuran dan kebebasan membuat diriku menjadi orang yang brengsek di mata orang lain. Yah, penilaian orang berbeda-beda. Sama seperti aku menilai pemimpin tim pekerjaan ku. Setiap saat bila aku bertemu dia sebulan terakhir ini, hanya omelan dan gerutuan yang ku keluarkan dari mulutku. Bagaimanapun juga aku makhluk yang mempunyai rasa untuk membenci terhadap suatu hal yang gak ku anggap relevan, dan hal tersebut terjadi berulang kali.
Cape banget lah, menghadapi pemimpin yang seolah tau segalanya, tapi kenyataannya NOL besar, alias gak tau apa apa. Kuakui emang, dia lebih jago untuk hal hal yang berbau mitos, seperti keajaiban agama, atau hal hal yang berbau religi dan hal mistis lainya, tapi dilain pihak semakin membuat ku yakin akan kebodohan-nya yang sesungguhnya. Tidak salah emang, mempunyai kelebihan untuk disatu bidang dan kurang untuk dibidang lainnya, asalkan kekurangan yang dimilikinya tidak terlalu kurang alias nol besar alias bodoh bin idiot. Untuk hal yang lebih real atau nyata, seperti mengambil keputusan dan rasa hormat atau hanya sedikit rasa hormat tidak akan menjadikan kita sebagai orang yang bodoh.
Ini adalah teriakan atas ketidak sukaan ku pada dirimu yang hanya bisa menuntut kami sebagai bawahanmu, tapi pada kenyataannya kami lebih baik dari dirimu yang hanya bisa mengandalkan jabatan dan orang disekelilingmu yang menganggap dirimu hebat dan sebagai seorang pemimpin yang dapat mengontrol bawahannya. Aku tidak suka pada dirimu yang hanya bisa mengeluh diatas senyum bodoh yang selalu kami berikan padamu apabila kekecewaan yang seharusnya emang pantas untuk kamu rasakan pada diri kami yang sebenarnya sengaja kami lakukan guna membalas sedikit rasa dendam yang telah menjadi satu bersama darah kami, dan kami tidak akan pernah menyesali jikalau kami menjadi orang yang pendendam untuk selanjutnya, karna kami sebenar-benarnya tidak menginginkan seonggok pemimpin, lebih lebih pemimpin seperti dirimu yang hanya bisa menuntut diatas ketidak kuasaan kami karna tiada daya menyelesaikan segala sesuatu hal yang tidak terjangkau oleh kemampuan kami. Dan kami rasa, kami tidak perlu meminta maaf pada dirimu, atas segala hal yang telah kami lakukan pada dirimu untuk detik detik akhir yang membuat dirimu merasa teracuhkan oleh bawahanmu ini. Hari esok belum berakhir, dan kami harap, kami tidak perlu melihat sosok dirimu lagi.
Sedikit membalaskan dendam memang lebih adil dibandingkan hanya diam tanpa melakukan apa apa.

0

0 komentar:

Posting Komentar

Followers